Inilah Sejarah Awal Berdirinya Negara Inggris

Ketika mendengar kata Inggris mungkin yang terlintas dipikiran Anda adalah suatu negara yang identik dengan sistem kerajaan. Inggris atau dalam bahasa Inggris disebut England merupakan negara bagian dari Britania Raya. Inggris juga terkenal karena pesepak bolanya seperti : Beckham, Wayne Rooney, Frank Lampard dan masih banyak lagi.

Dibalik suatu negara yang telah maju pasti menyimpan sejarah yang pantas untuk diketahui. Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan membahas tentang sejarah dari negara Inggris. Biar tidak ketinggalan, ikuti terus artikel di bawah ini ya.

Terbentuknya Negara Inggris Raya

Inggris Raya (United Kingdom) adalah nama dari negara kepulauan berbentuk monarki konstitusional yang terletak di lepas pantai Eropa Barat. Negara tersebut merupakan salah satu primadona dalam pelajaran sejarah karena di masa lalu, Inggris Raya pernah memiliki begitu banyak wilayah jajahan yang tersebar di seluruh dunia & menjadi lokasi munculnya Revolusi Industri. Mayoritas daerah jajahan Inggris Raya kini sudah menjadi negara merdeka, namun mereka tetap menjalin kontak dengan negara bekas penjajahnya lewat organisasi Persemakmuran.

Di bagian utara, negara ini berbatasan langsung dengan Skotlandia, dan di sebelah barat dengan Wales, Di barat laut terdapat Laut Irlandia, barat daya Laut Keltik, dan sebelah timur terdapat Laut Utara dan selatan terdapat Selat Inggris yang merupakan pemisah antara Inggris dengan benua Eropa. Inggris merupakan negara kepulauan, yang mencakup lebih dari 100 pulau kecil, misalnya Isles of Scilly dan Isle of Wight.

Wilayah inti dari Inggris Raya terdiri dari 4 negara bagian : Inggris (England), Wales, Skotlandia, & Irlandia Utara. Selain keempat negara bagian tadi, Inggris Raya juga memiliki beberapa wilayah seberang lautan seperti Gibraltar, Kepulauan Pitcairn, & Kepulauan Falkland. Dan layaknya pohon besar yang muncul dari benih kecil, Inggris Raya bisa sebesar sekarang setelah Kerajaan Inggris selaku kerajaan kecil pendahulunya mengalami perluasan wilayah secara perlahan lewat serangakain peperangan & persekutuan.

Apa yang disebut sebagai Kerajaan Inggris dianggap bermula pada tahun 927 ketika Athelstan yang berasal dari suku bangsa Saxon naik tahta & mendapat pengakuan sebagai Raja Inggris oleh para penguasa lokal yang mendiami wilayah Inggris. Ketika Athlestan wafat, Inggris sempat dikuasai oleh bangsa Skandinavia (Viking) sebelum kemudian pada tahun 1066 ganti dikuasai oleh bangsa Norman yang datang dari pesisir Eropa Barat. Saat memerintah Inggris, bangsa Norman tetap mempertahankan sistem birokrasi yang sudah dibangun oleh bangsa Saxon.

Sukses menaklukkan Inggris, bangsa Norman lalu melanjutkan invasinya ke Pulau Britania barat / Wales. Seluruh wilayah Wales akhirnya jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1282. Pasca penaklukan Wales, Edward I selaku raja Inggris kala itu lalu membagi Wales ke dalam 6 daerah administrasi (county) baru & membangun beberapa istana besar untuk menyimbolkan supremasi Inggris atas Wales. Walaupun secara resmi Wales kini berada di bawah kekuasaan Inggris, namun daerah tersebut tetap diperbolehkan menggunakan sistem hukumnya sendiri & punya kebebasan memerintah yang cukup longgar.

Tahun 1707, penyatuan resmi antara Kerajaan Inggris dengan Kerajaan Skotlandia yang berlokasi di Pulau Britania utara akhirnya terwujud usai disahkannya Undang-Undang Penyatuan (Act of Union). Lewat UU tersebut, Inggris & Skotlandia melebur menjadi “Kerajaan Britania Raya” dengan London, Inggris, sebagai ibukota pemerintahannya. Penyatuan itu sendiri terjadi karena Inggris membutuhkan tenaga manusia & wilayah Skotlandia untuk menunjang sektor ekonomi & militernya, sementara Skotlandia membutuhkan teknologi & kekayaan Inggris untuk memajukan wilayahnya.

Walaupun penyatuan resmi baru terwujud pada tahun 1707, Inggris & Skotlandia sebenarnya sudah mengalami penyatuan semu sejak tahun 1603. Di tahun tersebut, James VI selaku Raja Skotlandia & suami dari putri Raja Inggris di awal abad ke-16 dianugerahi tahta Kerajaan Inggris karena selepas wafatnya Ratu Elizabeth I, tidak ada lagi orang yang dianggap bisa mewarisi tahta Inggris selain James VI.

Namun sebagai akibat dari adanya penolakan dari parlemen Inggris & Skotlandia yang sama-sama ingin mempertahankan identitas kebangsaannya, penyatuan resmi antara kedua kerajaan Britania tsb tidak bisa terwujud hingga tahun 1707. Pada tahun 1801, Britania Raya bersatu dengan Kerajaan Irlandia dengan disahkannya Undang-Undang Kesatuan 1800 dan kemudian namanya berganti menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia.

Berawal dari Imperium Britania (Kekaisaran Ingrris)

Imperium Britania berawal pada tahun 1897. Imperium Britania adalah imperium paling luas di dalam sejarah dunia dan pada suatu periode tertentu pernah menjadi kekuatan utama di dunia. Imperium ini merupakan produk dari era penemuan Eropa, yang dimulai dengan penjelajahan maritim global negara-negara Iberia pada akhir abad ke-15 yang menandai era kerajaan global Eropa.

Pada tahun 1921, Imperium Britania mencakup populasi antara 458 juta orang, kurang lebih seperempat populasi dunia, dan membentang seluas lebih dari 36 juta km², sekitar seperempat luas total bumi. Walaupun wilayah-wilayah tersebut sekarang telah berkembang menjadi Negara-Negara Persemakmuran, pengaruh Britania tetap melekat kuat di seluruh dunia: dalam praktik ekonomi, hukum dan sistem pemerintahan, masyarakat, olahraga.

Latar belakang Imperium Britania

Imperium Britania seberang lautan berdasar pada kebijakan maritim yang dirintis oleh Raja Inggris Henry VII (1485 – 1509). Ia membangun jaringan komersial perdagangan wol yang dipromosikan pada masa pemerintahan Raja Richard III yang memerintah sebelumnya, membentuk sistem pelaut pedagang modern, yang mengembangkan industri pembangunan kapal Inggris dan pelayarannya.

Berbagai perusahaan yang telah di miliki kerajaan Britania misalnya, Massachusetts Bay Company dan Perusahaan Hindia Timur Britania. Henry VII mensponsori pelayaran para pelaut Italia mariner John Cabot tahun 1496 dan 1497, yang membangun koloni seberang lautan Inggris pertama yang merupakan sebuah pemukiman penangkapan ikan di Newfoundland. Tanggal 14 Pebruari 1949 Inggris mulai bergabung dengan IMO.

Sistem Pemerintahan Inggris

Inggris adalah negara kesatuan (unitary state) dengan sebutan United Kingdom yang terdiri atas England, Scotland, Wales dan Irlandia Utara. Inggris berbentuk kerajaan (monarki). Pemerintahan Inggris dijalankan oleh Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan dibantu para menteri. Ratu dan Raja Inggris hanyalah kepala negara yang berfungsi sebagai simbol kenegaraan(simbol kedaulatan, keagungan dan persatuan negara).

Parlemen atau Dewan Perwakilan terdiri dari dua ruang (bikameral), yakni House of Commons & House of Lord. House of Commons atau disebut juga Majelis Rendah adalah badan perwakilan rakyat yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat di antara calon-calon partai politik. House of Lord atau Mejelis Tinggi adalah perwakilan yang berisi para bangsawan dengan berdasarkan warisan. House of Commons memiliki keuasaan yang lebih besar daripada House of Lord. Inggris menerapkan Parliament Soverengnity, artinya kekuasaan yang sangat besar pada diri parlemen.

Kabinet adalah kelompok menteri yang dipimpin oleh perdana menteri. Kabinet inilah yang benar-benar menjalankan praktek pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari House of Commons. Perdana menteri adalah pemimpin dari partai mayoritas di House of Commons. Masa jabatan kabinet sangat tergantung pada kepercayaan dari House of Commons. Parlemen memiliki kekuasaan membubarkan kabinet dengan mosi tidak percaya.

Terdapat oposisi yang dijalankan oleh partai yang kalah dalam pemilu. Para pemimpin oposisisi membuat semacam kabinet tandingan. Jika sewaktu-waktu kabinet runtuh, partai oposisi dapat menggantikan penyelenggaraan pemerintahan. Sistem Pemerintahan negara Inggris.

Inggris menggunakan sistem dwipartai. Di Inggris berdiri 2 partai yang saling bersaing dan memerintah. Partai tersebut adalah Partai Buruh dan Partai Konservatif. Partai yang menang dalam pemilu dan mayoritas di parlemen merupakan partai yang memerintah, sedangkan partai yang kalah menjadi partai oposisi.

Badan peradilan ditunjuk oleh kabinet sehingga tidak ada hakim yang dipilih. Meskipun demikian, mereka menjalankan peradilan yang bebas dan tidak memihak, termasuk memutuskan sengketa antara warga dengan pemerintah. Inggris sebagai negara kesatuan menganut sistem desentralisasi. Kekuasaan pemerintah daerah berada pada Council (dewan) yang dipilih oleh rakyat di daerah. Sekarang ini, Inggris terbagi dalam tiga daerah, yaitu England, Wales dan Greater London.

Demikianlah artikel mengenai negara Inggris dan juga sistem pemerintahannya. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda dan bisa menambah pengetahuan. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya.